Pasang Lantai SPC: Persiapan, Tahapan, dan Cara Memeriksa Hasilnya

Panduan pasang lantai SPC sistem klik: syarat lantai dasar, pemasangan di atas keramik, celah ekspansi, tahapan kerja, dan cara memeriksa hasilnya.

Timberwood Admin

· 6 menit baca

Ilustrasi lantai SPC motif kayu yang sedang dipasang di atas keramik lama, dengan spacer di tepi dinding, palu karet, dan tapping block

Banyak orang memilih SPC sebagai flooring lantai pengganti keramik karena bisa dipasang tanpa bongkar dan tanpa lem. Meski begitu, hasil pasang lantai SPC tetap sangat bergantung pada persiapan. Lantai dasar yang bergelombang atau papan yang dipasang terlalu rapat ke dinding bisa membuat sambungan renggang dan papan terangkat.

Panduan ini membahas syarat lantai dasar, persiapan sebelum mulai, tahapan pemasangan, dan cara memeriksa hasilnya. Dengan begitu, kamu bisa menilai pekerjaan pemasang, atau tahu apa saja yang perlu disiapkan kalau ingin memasangnya sendiri.

Pasang Lantai SPC dengan Sistem Klik, Bukan Lem

SPC (Stone Plastic Composite) adalah lantai rigid, artinya intinya padat dan kaku. Penjelasan lapisan dan materialnya ada di artikel lantai SPC adalah.

Papan SPC umumnya dipasang dengan sistem klik: tepi setiap papan punya lidah dan alur yang saling mengunci. Papan tidak dilem ke lantai dasar, melainkan dipasang mengambang (floating). Seluruh permukaan lantai menjadi satu bidang yang “duduk” di atas lantai lama.

Cara ini berbeda dengan vinyl LVT tipis yang direkatkan dengan lem. Kalau yang kamu pilih vinyl lem, baca artikel pasang lantai vinyl, karena persiapan dan tahapannya tidak sama.

Syarat Lantai Dasar Sebelum Pasang Lantai SPC

Lantai dasar adalah permukaan tempat SPC diletakkan. Syarat umumnya sama untuk semua jenis lantai dasar: bersih, kering, kokoh, dan rata. SPC lebih toleran terhadap ketidakrataan kecil dibanding vinyl lem, tetapi bukan berarti bisa dipasang di atas permukaan yang bergelombang. Batas kerataan yang diizinkan berbeda per produk, jadi ikuti petunjuk produk yang kamu pakai.

Di atas keramik lama

Ini kondisi yang paling sering ditemui. Keramik lama umumnya bisa menjadi dasar pemasangan, selama:

  • Tidak ada keramik kopong, retak, atau lepas. Ketuk permukaannya. Bunyi kosong menandakan keramik kopong yang perlu diperbaiki dulu.
  • Nat tidak terlalu lebar atau dalam. Nat yang lebar bisa diratakan dulu dengan bahan perata. Batas lebar nat yang masih aman tercantum di petunjuk masing-masing produk.
  • Tidak ada keramik yang menonjol. Bagian yang lebih tinggi dari sekitarnya bisa membuat papan bergoyang dan sambungan klik tertekan.

Di atas acian atau lantai semen baru

Lantai semen atau acian yang baru dibuat masih menyimpan air. Kalau SPC dipasang terlalu cepat, kelembapan bisa terperangkap di bawah lantai dan memicu jamur atau bau. Pastikan lantai sudah benar-benar kering sebelum pemasangan. Lantai di area yang sering lembap juga perlu dicek sumber rembesannya.

Lantai yang tidak rata atau rusak

Lantai yang miring, retak lebar, atau bergelombang perlu diperbaiki sebelum dipasang. Jangan berharap papan SPC akan “menutupi” masalahnya. Papan memang terlihat menutupi, tetapi sambungan di atas bagian yang tidak rata akan menanggung beban terus-menerus dan bisa renggang atau patah.

Persiapan Ruangan, Material, dan Alat

Sebelum pemasangan dimulai, siapkan beberapa hal berikut:

  • Kosongkan ruangan. Pindahkan furnitur dan bersihkan lantai dari debu, pasir, dan sisa semen.
  • Diamkan box di ruangan. Simpan box SPC di ruangan tempat pemasangan selama beberapa waktu sebelum dipasang, supaya suhunya menyesuaikan. Durasinya ikuti petunjuk produk.
  • Cek motif dan batch. Buka beberapa box dan campur papannya saat memasang, supaya variasi corak tersebar merata. Pastikan semua box dari batch yang sama.
  • Hitung kebutuhan box. Tambahkan cadangan untuk potongan. Cara menghitungnya ada di artikel cara memilih lantai SPC berkualitas.
  • Siapkan alat. Umumnya meliputi meteran, pensil, cutter dan penggaris siku, gergaji, spacer (pengganjal jarak di tepi dinding), palu karet, dan tapping block (balok pengetuk agar tepi papan tidak rusak).

Sebagian SPC sudah dilengkapi lapisan alas di bagian bawah. Contohnya, halaman produk Timberwood Lite 5mm mencantumkan ketebalan 5 mm dengan lapisan IXPE 1 mm. IXPE adalah busa padat yang berfungsi meredam suara langkah. Perlu tidaknya alas tambahan dibahas di bagian pertanyaan umum.

Tahapan Pasang Lantai SPC

Urutan di bawah adalah gambaran umum. Detail teknisnya bisa berbeda per produk, jadi selalu cocokkan dengan petunjuk pemasangan dari produsen.

Ilustrasi tampak atas pemasangan lantai SPC dengan celah ekspansi di sepanjang dinding dan sambungan ujung papan yang berselang, ditambah potongan samping plint yang menutup celah

1. Menentukan arah papan dan baris awal

Arah papan memengaruhi tampilan ruangan. Papan biasanya dipasang searah sisi ruangan yang paling panjang atau searah datangnya cahaya dari jendela utama, supaya sambungan tidak terlalu terlihat. Ukur lebar ruangan dulu, agar baris terakhir tidak tersisa terlalu sempit.

2. Menyisakan celah ekspansi di tepi dinding

SPC sedikit memuai dan menyusut mengikuti suhu. Karena itu, papan tidak boleh menempel rapat ke dinding, kusen, atau tiang. Pasang spacer di sepanjang dinding untuk menjaga celah yang disebut celah ekspansi. Lebarnya ikuti petunjuk produk. Celah ini nantinya tertutup plint.

3. Mengunci papan baris pertama

Mulailah dari dinding yang paling lurus. Papan dikunci dengan memasukkan lidah ke alur papan sebelahnya dengan posisi agak miring, lalu diturunkan sampai rata. Pastikan baris pertama benar-benar lurus, karena seluruh baris berikutnya mengikuti baris ini.

4. Mengatur sambungan papan berselang

Sambungan ujung papan pada baris yang bersebelahan tidak boleh sejajar. Atur supaya sambungannya berselang, seperti susunan bata. Pola ini membuat lantai lebih kuat dan terlihat lebih natural. Jarak minimal antarsambungan ikuti petunjuk produk. Sisa potongan di ujung baris bisa dipakai untuk memulai baris berikutnya kalau panjangnya cukup.

Untuk merapatkan sambungan, ketuk lewat tapping block, bukan langsung ke tepi papan. Pukulan langsung bisa merusak lidah klik, dan kerusakan ini sering tidak terlihat sampai sambungannya renggang.

5. Memotong papan di tepi, kusen, dan pipa

Papan SPC bisa dipotong dengan menggores permukaannya memakai cutter lalu mematahkannya, atau memakai gergaji. Di kusen pintu, bagian bawah kusen bisa dipotong sedikit supaya papan bisa masuk ke bawahnya dan hasilnya rapi. Di sekitar pipa, buat lubang sedikit lebih besar dari pipanya agar celah ekspansi tetap ada.

6. Memasang plint dan profil transisi

Setelah semua papan terpasang, lepas spacer dan pasang plint untuk menutup celah ekspansi. Plint ditempel atau dipaku ke dinding, bukan ke lantai SPC, supaya lantai tetap bisa bergerak. Di ambang pintu atau batas dengan lantai lain, pasang profil transisi untuk merapikan pertemuan kedua permukaan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Pasang SPC

Sebagian besar masalah SPC setelah pemasangan berasal dari beberapa kesalahan berikut:

  • Tidak menyisakan celah ekspansi. Saat papan memuai dan tidak punya ruang, permukaan bisa menggembung atau sambungan terangkat.
  • Mengunci lantai di satu titik. Kabinet dapur, lemari tanam, atau rak berat yang dipaku menembus SPC membuat lantai tidak bisa bergerak. Pasang kabinet tanam lebih dulu, lalu SPC dipasang sampai batas kabinet dengan celah ekspansi.
  • Ruangan luas tanpa sambungan ekspansi. Bidang yang sangat luas atau memanjang ke beberapa ruangan mungkin perlu dipisah dengan profil transisi. Batas luasnya ikuti petunjuk produk.
  • Memaksakan pemasangan di lantai bergelombang. Sambungan di atas bagian yang tidak rata bisa berbunyi saat diinjak atau lama-lama patah.

Cara Memeriksa Hasil Pemasangan

Saat pemasangan selesai, berjalanlah di seluruh ruangan, termasuk di dekat dinding dan pintu. Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Sambungan rapat dan lurus. Tidak ada celah yang terlihat di sisi panjang maupun ujung papan.
  • Tidak ada papan yang naik atau bergoyang. Papan yang terasa melenting saat diinjak bisa menandakan lantai dasar yang tidak rata di bawahnya.
  • Tidak ada bunyi mencolok. Bunyi berderit atau “klik” saat diinjak perlu dicek penyebabnya.
  • Plint menutup celah dengan rapi. Celah ekspansi tidak terlihat, dan plint tidak menekan lantai.

Lihat juga permukaan dari sudut rendah terhadap cahaya. Tonjolan atau garis bekas nat di bawah lantai lebih mudah terlihat dari sudut ini.

Pasang Sendiri atau Pakai Jasa?

Sistem klik membuat SPC terlihat mudah dipasang, dan untuk ruangan sederhana memang bisa dikerjakan sendiri oleh orang yang terbiasa dengan pekerjaan pertukangan. Bagian yang paling menentukan justru menilai lantai dasar, merapikan potongan di kusen dan sudut, serta menjaga sambungan tetap lurus di ruangan yang luas. Kalau kamu ragu di bagian itu, jasa pemasang lebih aman. Hal yang perlu ditanyakan ke calon pemasang dibahas di artikel jasa pasang vinyl lantai.

Timberwood menyediakan jasa pemasangan sekaligus pengiriman untuk produk Timberwood. Area layanan jasa pemasangan saat ini meliputi Jabodetabek, Serang, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Makassar. Pengecekan lokasi bisa dilakukan jika diperlukan, tergantung kondisi proyeknya.

Pilihan lantai SPC yang bisa dipasang:

Sampel motif bisa diminta setelah konsultasi kalau kamu ingin melihat warnanya langsung di ruanganmu.

Pertanyaan Umum tentang Pasang Lantai SPC

Apakah pasang lantai SPC perlu lem?

Umumnya tidak. SPC dengan sistem klik dipasang mengambang tanpa lem, baik antarpapan maupun ke lantai dasar. Ikuti petunjuk produk kalau ada pengecualian untuk area tertentu.

Apakah keramik lama harus dibongkar?

Tidak selalu. Keramik yang kokoh, rata, dan natnya tidak terlalu lebar umumnya bisa menjadi dasar pemasangan. Keramik yang kopong, retak, atau menonjol perlu diperbaiki dulu.

Apakah perlu alas tambahan di bawah SPC?

Kalau papan SPC sudah memiliki lapisan alas seperti IXPE, alas empuk tambahan umumnya tidak diperlukan. Alas yang terlalu empuk justru bisa membuat sambungan klik bergerak berlebihan saat diinjak. Untuk lantai dasar tertentu, misalnya semen di area yang lembap, sebagian produk menganjurkan lapisan penghalang lembap. Ikuti petunjuk produk yang kamu pakai.

Kapan ruangan bisa dipakai setelah pemasangan?

Karena tidak memakai lem, ruangan umumnya bisa langsung dilalui setelah pemasangan dan plint selesai. Saat memindahkan furnitur kembali, angkat, jangan diseret, lalu pasang alas pelindung seperti felt di bawah kaki furnitur.

Ingin lantai SPC terpasang rapi tanpa repot mencari tukang sendiri? Hubungi Timberwood dan kirimkan ukuran serta foto lantai ruanganmu. Tim kami akan membantu memilih motif, menghitung kebutuhan box, dan merencanakan pemasangannya.